Tuesday, February 18, 2014

Kucing Muntah dan Cara Penanganannya

Kucing muntah merupakan masalah yang sering membuat pemilik kucing bingung, mungkin Anda sendiri pun pernah menjumpainya. Lalu, apa sih sebenarnya yang bisa membuat kucing mengalami muntah? Apakah berbahaya, atau merupakan suatu gejala dari penyakit tertentu? Berikut ini saya akan coba jelaskan mengenai hal tersebut.

Proses Terjadinya Muntah

Muntah merupakan respon tubuh yang disebabkan oleh reflek organ pencernaan yang dikontrol oleh pusat muntah di medulla oblongata otak. Muntah diawali dengan meningkatnya jumlah air liur dan mual, yang kemudian diikuti dengan gerakan menelan berulang-ulang yang mengarah dengan adanya relaksasi otot antara esofagus (tenggorokan) dan lambung.

Selanjutnya hewan menahan nafas dan otot perut berkontraksi (untuk menaikkan tekanan dalam perut) dan isi dari lambung akan dikeluarkan. Aksi dari muntah terdiri dari tiga stadium: mual, muntah-muntah, dan muntahan. Pada tiap stadium selalu terjadi perubahan gerakan saluran pencernaan.

Penyebab Kucing Muntah
Muntah dapat disebabkan oleh gerakan kesakitan dari hewan, menelan substansi yang dapat membuat muntah (misalnya obat), Berbagai macam obat seperti cardia glikosida, agen muntah seperti apomorphine dan copper sulfat, anastesi umum, agonis dopamine, dan agen antineoplastik (obat untuk tumor) juga dapat merangsang pusat muntah, sumbatan pada saluran pencernaan, radang pada lambung atau iritasi, maupun penyakit pada bagian luar lambung yang dapat menstimulasi pusat muntah. 

Beberapa penyakit juga menunjukkan gejala muntah, seperti pada penyakit Parvo, infeksi bakteri, parasit, gagal ginjal, keracunan dll. Muntah juga mungkin terjadi berasal dari respon reseptor akibat adanya tekanan pada akhir lambung, usus halus, kolon, dan kantung empedu.

Material Muntahan Kucing

Isi muntahan bisa berasal dari lambung atau dari usus. Muntah dari lambung biasanya terdiri dari cairan berbusa dan makanan yang sudah tercerna. Sedangkan muntah dari usus berwarna seperti empedu (hijau kehitaman) dengan material makanan yang tercerna atau yang telah busuk.

Bagaimana Jika Si Kucing Muntah?

Jika kucing Anda mengalami muntah-muntah, segeralah obati secepat mungkin, karena banyak sekali dijumpai kasus kucing yang mati setelah mengalami muntah-muntah

Jika Anda bingung bagaimana caranya, Anda bisa mengobatinya berdasarkan petunjuk yang ada dalam ebook Kucing Muntah

Jika muntahan tidak berhenti hingga lebih dari satu minggu, segera hubungi dokter hewan terdekat agar bisa dilakukan pemeriksaan secara klinis dengan peralatan khusus.

Saturday, February 15, 2014

Tips Mengatasi Kucing Muntah Busa Putih

Seminggu yang lalu kucing saya tidak mau makan dan muntah busa putih. Saat muntah, kadang kucing mengeluarkan suara yang cukup keras seolah mengalami masalah pada mulut atau tenggorokannya.

Saat itu kucing juga bersin-bersin dan berlendir karena sepertinya terkena flu, kasihan sekali kucing saya, sudah muntah-muntah, kena pilek juga. Saya sempat bingung harus bagaimana, takut sakit si kucing kenapa-kenapa.

Sebelumnya saya tidak pernah melihat si kucing sakit, kucing saya jadi sakit setelah pindah ke rumah baru dan karena kucing lebih sering diam dalam kandang. Mungkin kucingnya jadi stress karena lingkungan baru.

Kemudian keesokan harinya sikucing masih tetap muntah-muntah dan tidak mau makan apa-apa, saya sempat bingung kenapa sikucing tetap tidak mau makan, padahal makanan yang saya kasih adalah makanan kesukaannya.

Pada hari ke-tiga kucing saya yang malang menjadi sangat kurus dan sangat lemah, saya sempat membantu sikucing untuk berdiri namun malah sempoyongan tidak ada tenaga. Kemudian saya pikir jika sampai empat hari kucing masih tidak mau makan dan muntah-muntah terus, maka bisa-bisa dia mati.

Kemudian saya pun direkomendasikan untuk membaca ebook Kucing Muntah oleh seseorang, yaitu sebuah ebook yang berisi panduan langkah demi langkah cara mengatasi kucing yang muntah-muntah dan tidak mau makan. 

Kemudian saya pun membeli ebook Kucing Muntah tersebut di www.kucingmuntah.com. Setelah mendownload-nya, kemudian saya membacanya sambil langsung mengobati kucing saya. Setelah dua hari perawatan, akhirnya kucing saya pun mulai menunjukan kesembuhannya, kucing sudah tidak muntah-muntah lagi meskipun masih belum mau makan banyak.

Setelah empat hari perawatan sikucing akhirnya sudah mau makana lagi dengan sendirinya. Selain itu kucing saya juga sudah lincah lagi dan lompat-lompat mengejar mainannya. Saya sangat senang sekali akhirnya saya bisa main kembali sama si kucing.

Saya bersama si kucing